Jumat, 01 April 2011

Tips Bisnis: Gagasan Bisnis

Ada pemahaman bahwa orang yang datang dengan gagasan orisinil, bisa jadi memang ia jenius atau hanya beruntung. Hal ini tidak! Kamu pun dapat membuat keberuntungan sendiri, dan mengungkapkan gagasan barumu. Masalahnya adalah memilih mana yang tepat untuk kamu, dan mewujudkannya. Seperti yang dikatakan pasar, jenius adalah 1% inspirasi dan 99% kerja keras. Bila kamu memahami dari mana gagasan bisnis datang, dengan kondisi apapun, kamu juga bisa menghasilkan suatu ide sendiri.

Berikan apa yang orang inginkan

Apakah kamu pernah frustasi mencari produk yang tidak disediakan orang? pernah mendengar berita tetangga mengeluh karena harus jauh mencari tempat pencucian pakaian? Pernah mendengar kota kamu mencari suatu produk dan tak seorang pun menyediakannya? Dapatkah kamu mengatasi masalah kamu mengatasi masalah ini? Berikanlah apa yang mereka inginkan dan kamu bisa mempunyai titik awal bisnis yang menguntungkan.

Saya bisa mengerjakan

Sebagian besar orang mempunyai kecakapan dalam suatu hal. Kamu boleh jadi mengetahui segala hal tentang bisnis musik, atau kamu adalah tipe orang yang percaya diri, dan menganggap dapat menjual apa saja kepada setiap orang, kapan saja, dimana saja. Apakah gagasan cemerlang selalu muncul dalam kepala kamu akan memulai langkah awal suatu bisnis yang menguntungkan. Tentu saja, kamu memperbolehkan orang lain memecahkan masalah sebelum kamu terlibat. Kamu bisa mencoba bisnis yang tak seorang pun pernah memulainya di daerahmu. Kamu boleh mengambil waralaba atau membeli bisnis yang ada. Sering kali suatu bisnis telah dicoba dan diuji oleh orang lain.

Inspirasi

Apakah orang yang kreatif? Apakah kamu selalu datang dengan gagasan cerdas? Apakah kamu orang yang praktis, yang selalu mengerjakan pekerjaan dengan benar? Apa saja tipe kamu, bila kamu ingin menjalankan bisnis sukses, kamu harus belajar bagaimana menggunakan imajinasimu untuk mengatasi masalah. Bisnis adalah segala hal tentang memecahkan masalah. Itu alasannya mengapa orang yang membayar untuk barang atau jasa. Sementara sebagian orang lebih baik dari yang lainnya, akan selalu ada cara-cara untuk meningkatkan kemampuan kamu untuk mencari solusi.

Perubahan akan menstimulasi lahirnya suatu imajinasi. Perubahan juga memicu merubah pandanganmu ke dalam suatu cara berpikir yang baru. Hal itu membantu gagasan baru mengalir dan membuatmu terbuka mengenai apa yang mungkin dilakukan. Untuk mendapatkan imajinasi, kamu tidak harus pergi jauh. Kamu dapat memperoleh stimulasi sederhananya dengan mengubah aktifitas rutin. Buatlah upaya untuk bertemu orang-orang yang berbeda. Pergilah ke beberapa kota dua atau tiga hari, tentub bila kamu memiliki uang. (RED dari Bright Ideas, Project North East and LiveWire Youth Enterprise)

Mini Tips Memulai Bisnis
Seringkali kita bingung harus dari mana dan apa yang harus kita lakukan untuk memulai bisnis. Nah, berikut tipsnya:

Mental
Mental pemenang harus dipupuk, karena saat memulai berbisnis, anda harus siap menghadapi segala tantangan.

Analisa
Sebelum membangun usaha sendiri, pastikan anda melakukan analisa pasar dulu untuk mengetahui jenis usaha. Selanjutnya analisa modal usaha dan strategi apa yang akan di lakukan untuk membangun dan mengembangkan usaha anda.

Jenis Usaha
Pilih jenis usaha dulu sebelum memulai usaha, karena jika tidak mempunyai jenis usaha yang tepat dengan hobi, karakter dan modal, maka akan susah untuk mengambil langkah. Contoh jenis usaha yang mungkin dilakukan diantaranya sewa mobil, toko komputer, busana, meubel, dan lain sebagainya.

Modal
Untuk menjadi seorang wirausaha, harus memiliki modal. Boleh saja tabungan itu dari tabungan sendiri, modal pinjaman Bank, kredit tanpa agunan, dan lainnya. (ASP)

Seputar Ngaliyan: Kuliner Pujasera Ngaliyan yang Menjanjikan

Sudah berburu kuliner di daerah Ngaliyan, Semarang barat? Sebagai kawasan yang berpenduduk kian memadat, wilayah Ngaliyan tumbuh dengan pusat-pusat ekonomi baru, termasuk di dalamnya pusat-pusat kuliner. Hampir di setiap tepi jalan sepanjang jalan wilayah Ngaliyan, kerap ditemui menu kuliner yang beraneka rupa.

Jika belum pernah berburu kuliner di Ngaliyan, coba saja berburu menu kuliner di Pujasera Ngaliyan. Dari pertigaan Pasar Jerakah, teruslah naik sekitar 3 km menyusuri kampus satu, kampus dua, dan kampus tiga IAIN Walisongo Semarang, kemudian naik lagi sekitar 1 km. Tepat di depan SD Ngaliyan, akan dijumpai Pujasera Ngaliyan dengan puluhan tempat makan yang menawarkan menu di situ. Namun jangan datang siang hari, karena Pujasera Ngaliyan buka dari sore hingga malam hari.

Begitu memasuki area Pujasera Ngaliyan, kursi-kursi yang berada di ruang kosong di antara puluhan warung yang berada di tepi nampak di depan mata, kursi-kursi tersebut sering penuh dengan pengunjung yang bersantap makanan sesuai seleranya masing-masing. Dari ujung ke ujung beraneka macam menu khas ditawarkan. Misalnya saja makanan kesukaan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama saat pulang kampung, sate, baik itu sate kambing maupun sate ayam. Menu lain yang ditawarkan ada pecel, penyet, pelbagai mie, seafood, dan masakan Padang.

Sebut saja sop ayam pecok yang letaknya tepat di gerbang masuk Pujasera. Selain sop ayam pecok, menu yang ditawarkan adalah garang asem. Laiknya sop biasa, sop ayam pecok berkuah bening dengan bawang goreng yang melenggang di atasnya. Isinya, ayam yang dipotong-potong dicampur dengan wortel dan disajikan dalam mangkuk. Sudah tentu nasi akan siap menemani sajian lezat sop ayam pecok.

Hanya dengan merogoh kocek 7 ribu rupiah, sop ayam pecok siap disantap. Ada juga garang asem, yang juga perlu kocek 7 ribu rupiah untuk menyantapnya. Menu makanan dengan harga terjangkau nampaknya menjadi ciri khas dan keunggulan Pujasera Ngaliyan, sebut saja Pecel, yang hanya kurang dari 5 ribu rupiah, atau menu nasi padang yang disuguhkan hanya menyabet saku 5 ribu rupiah saja. Kuliner Pujasera Ngaliyan, surga bagi bisnisman yang menjanjikan. (LIS/IYT)

Seputar Semarang: Harta Termahal Semarang yang Kian Terabaikan

Semarang yang begitu unik, istimewa, dan berharga dengan pelbagai bangunan kuno yang amat mahal, kian terabaikan. Misalnya saja Lawang Sewu, Gereja Blenduk, atau kawasan kota lama. Padahal, kawasan tersebut sangat berpotensial sebagai kawasan pariwisata yang tidak dimiliki kota lain. Harta Semarang tersebut teramat mahal bagi sebuah peninggalan sejarah untuk diabaikan. Pakar Perencana Kota dan Wilayah Ir. Widya Wijayanti mengatakan, kawasan kota lama Pecinan, Kauman, dan Kampung Melayu merupakan kesatuan yang unik, namun tidak sebanding dengan kondisi disana.

“Di Kampung Melayu kerap terjadi banjir dan rob yang merusak kawasan tersebut, meski diupayakan untuk melakukan perbaikan dengan peninggian jalan, tetap saja hasilnya nihil karena penyebabnya adalah drainase yang tidak beres. Sedangkan, perlu diketahui di Pecinan banyak sekali bangunan asli yang sudah dibongkar dan berubah bentuk, tapi tidak jelas ijinnya,” ungkapnya.

Kawasan kota lama yang dimiliki Semarang berbeda dengan kota lainnya. Semarang memiliki beberapa kelebihan dan keunikan, karena merupakan gabungan empat sub kawasan dengan ciri yang membentuk identitas masing-masing, yaitu Kawasan Benteng de Vijfhoek, Pecinan, Kanjengan-Johar-Masjid Besar Kauman, dan Kampung Melayu.

“Jujur saja di kota lain tidak ada yang memiliki kawasan kota lama seperti Semarang, misalnya saja Solo meski punya Pecinan, tapi tidak bisa hidup seperti disini,” kata Widya.
Kendati demikian, yang terjadi di Semarang, lanjut dia, sangat berbeda kondisi dengan di luar negeri. Sebab, kawasan kota lama disana dapat mengundang banyak turis, disamping wilayah tersebut juga bisa hidup dengan bisnisnya. Jika memang pemkot akan memberikan insentif, maka juga perlu mencari ahli yang benar.


Pasalnya, konservasi merupakan masalah yang serius. Untuk yang menangani juga harus tahu betul tentang teknis. Sehingga, sebuah kawasan yang akan direvitalisasi harus punya hal strategis menguntungkan bagi lingkungan. Sekarang, harta termahal Semarang itu hanya menunggu kebijakan pemerintah setempat bersama peran masyarakat untuk menyelamatkannya dari putaran waktu yang makin meleburkannya. (LIS diolah dari id.shvoong.com)